Harga-Harga Sewa
Pria:
- Pakaian lengkap:Rp 75.000,00
Wanita:
- Pakaian lengkap:Rp 65.000,00
- Pakaian lengkap+make up:
Rp 125.000,00
- Make up:Rp 35.000,00
Saya menyewakan:
- Blangkon:-Jogja
-Solo
- Surjan:-Lurik
- Ontrokusuma( bunga-bunga)
- Jarik
- Keris
- Lontong kamus(ikat pinggang)
- Sendal Slop
- Kebaya
- Konde
-Aksesoris
Dan pakaian pengantin
Selamat datang di blog saya,blog ini saya buat untuk memenuhi tugas praktek TIK.Semoga bermanfaat bagi anda.Terima kasih.
Sabtu, 19 Maret 2016
cara memilih kebaya
1. Memilih baju kebaya sesuai dengan warna kulit
Salah satu tips memilih baju kebaya dengan tepat adalah memilih baju
kebaya sesuai dengan warna kulit. Pemilihan baju kebaya ini harus
diperhatikan dengan benar, jika tidak maka penampilan Anda tidak
terlihat bagus. Jika pemilihan baju kebaya sesuai dengan warna kulit,
maka kulit Anda akan terlihat lebih cerah dan bersih. Selain itu jika
pemilihan warna baju kebaya tepat, maka mata akan terlihat mempesona dan
rambut juga akan terlihat berkilau dan indah. Jika Anda sudah salah
memilih warna baju kebaya, Anda akan terlihat kusam dan tidak bersih,
bentuk pipi yang cukup besar, dan akan membuat gigi seakan-akan tidak
berwarna putih. Jika Anda mempunyai kulit berwarna agak gelap, usahakan
memilih warna baju kebaya yang terang dan cerah seperti biru, pink,
putih, dan sebagainya. Jika warna kulit Anda putih dan cerah, Anda bisa
memilih warna yang lebih lembut seperti putih, biru terang, coklat dan
sebagainya.
2. Memilih baju kebaya untuk tubuh langsing dan tinggi
Jika Anda mempunyai tubuh yang tinggi dan langsing, Anda bisa memakai
baju kebaya dengan model kartini. Selain itu, Anda juga bisa
menggunakan kebaya dengan model kerah shanghai leher kura-kura dan stand
collar. Berbagai model tersebut akan mendukung tubuh Anda yang tinggi
dan langsing. Anda juga bisa memilih model kebaya dengan lengan yang
berbentuk balon. Lengan bentuk balon ini akan menyamarkan tubuh Anda
agar tidak terlihat terlalu kurus. Selain itu juga pemilihan baju kebaya
yang tidak ketat dan sedikit diberi kelonggaran agar tubuh terlihat
agak berisi dan tidak terlihat terlalu kurus.
3. Memilih kebaya untuk tubuh yang pendek dan berisi
Tubuh yang pendek dan berisi juga menjadi masalah yang dihadapi
banyak orang sehingga akan kehilangan rasa percaya diri. Tetapi bagi
Anda yang mempunyai tubuh yang pendek dan berisi juga tetap bisa tampil
cantik dengan busana kebaya yang pemilihannya tepat. Anda bisa memilih
model kebaya kutubaru yang mempunyai panjang sepinggul agar terlihat
cantik dan sesuai dengan tubuh Anda.
cara merawat kebaya
Para wanita akan terrlihat cantik dan
memancarkan aura yang berbeda setelah memakai kebaya yang terbuat dari
bahan brokat dan dipenuhi manik dan payet cantik. Meskipun memakai
kebaya memang sedikit menyiksa, tetapi hal itu terbayar lunas dengan
aura kecantikan khas Indonesia yang kamu pancarkan.
Setelah memakai kebaya untuk acara fomal
ataupun informal pasti bingung gimana cara perawatan agar kebaya lebih
awet dan tahan lama. Jadi untuk kamu yang mau tahu perawatan agar kebaya
lebih awet dan tahan lama dengan biaya yang murah. Hal – hal ini yang
harus kamu perhatikan:
- Mencuci kebaya dengan benar
Untuk pencucian kebaya sebaiknya jangan
dilakukan sesering mungkin. Sebaiknya jika kamu sudah memakainya bila
tidak terlalu lama sebaiknya di angin angin kan saja dan simpan di
lemari. Tetapi jika kamu memakainya kebaya seharian sebaiknya jangan di
cuci menggunakan mesin cuci ataupun mengucek dengan tangan, dan meremas
remas pakaian kamu. Sebaiknya mencuci kebaya menggunakan deterjen tanpa
pemutih atau kamu bisa menggunakan shampoo bayi untuk menjaga kelembutan
pada pakaian kebaya. Sebaiknya di rendam kurang lebih 10 menit.
- Jangan menjemur di bawah terik matahari
Setelah mencuci kebaya sebaiknya jangan
menjemurnya di bawah terik matahari karena jika langsung terpapar sinar
matahari akan memudarkan warna pada kebaya.
- Menyimpan kebaya
Jika ingin menyimpan kebaya kamu harus
memperhatikan jenis kebayanya. Jika kebaya memakai bahan sutra dan cukup
ringan, bisa langsung digantungkan di dalam lemari. Tetapi jika kebaya
kamu terbuat dari banyak payet dan manik manik jangan kamu gantung
karena itu akan merusak bentuk dan memberantakan payetnnya. Jadi jika
tebuat dari payet dan manik manik kamu bisa langsung melipatnya dan
menyimpannya di dalam lemari.
Makna surjan
Surjan
menurut makalah yang diterbitkan oleh Tepas Dwarapura Keraton
Yogyakarta berasal dari istilah siro + jan yang berarti pelita atau yang
memberi terang. Pakaian (baju) surjan ini menurut makalah ini berasal
dari zaman Mataram Islam awal. Surjan juga disebut pakaian “takwa”. Oleh
karena itu di dalam pakaian itu terkandung makna-makna filosofi yang
cukup dalam, di antaranya bagian leher baju surjan memiliki kancing 3
pasang (6 biji kancing) yang kesemuanya itu menggambarkan rukun iman.
Rukun iman tersebut adalah iman kepada Allah, iman kepada malaikat, iman
kepada kitab-kitab, iman kepada utusan Allah, iman kepada hari kiamat,
iman kepada takdir.
Selain
itu surjan juga memiliki dua buah kancing di bagian dada sebelah kiri
dan kanan. Hal itu adalah simbol dua kalimat syahadat yang berbunyi,
Ashaduallaillahaillalah dan Waashaduanna Muhammada rasulullah.
Ada
pula tiga buah kancing di dalam (bagian dada dekat perut) yang letaknya
tertutup (tidak kelihatan) dari luar yang menggambarkan tiga macam
nafsu manusia yang harus diredam/dikendalikan/ditutup. Nafsu-nafsu
tersebut adalah nafsu bahimah (hewani), nafsu lauwamah (nafsu makan dan
minum), dan nafsu syaitoniah (nafsu setan).
Jadi
jenis pakaian atau baju ini bukan sekadar untuk fashion dan menutupi
anggota tubuh supaya tidak kedinginan dan kepanasan serta untuk
kepantasan saja, namun di dalamnya memang terkandung makna filosofi yang
dalam. Pakaian takwa ini di dalam lingkungan Keraton Yogyakarta hanya
diperkenankan dipakai oleh raja (sultan) dan para pangeran putra raja
saja.
Selain itu, ada pula pakaian takwa yang dikhususkan
untuk putri yang biasanya dikenakan oleh abdi dalem putri, para penabuh
gamelan (wiyaga), dan para sinden serta abdi keparak sesuai dengan
perintah dan tatacara yang diperkenankan oleh keraton. Baju takwa untuk
putri ini berwarna hitam dan sering disebut sebagai “ageman janggan”.
Filosofi kebaya
Filosofi Kebaya
Bagi seorang wanita Jawa, kebaya bukan hanya sebagai sebatas pakaian. Lebih dari itu kebaya juga menyimpan sebuah filosofi tersendiri. Sebuah filosofi yang mengandung nilai-nilai kehidupan. Keberadaan kebaya di Indonesia bukan hanya sebagai menjadi salah satu jenis pakaian. Kebaya memiliki makna dan fungsi lebih dari itu. Bentuknya yang sederhana bisa dikatakan sebagai wujud kesederhaan dari masyarakat Indonesia. Nilai filosofi dari kebaya adalah kepatuhan, kehalusan, dan tindak tanduk wanita yang harus serba lembut. Kebaya selalu identik dipasangkan dengan jarik atau kain yang membebat tubuh. Kain yang membebat tubuh tersebut secara langsung akan membuat siapapun wanita yang mengenakannya kesulitan untuk bergerak dengan cepat. Itulah sebabnya mengapa wanita Jawa selalu identik dengan pribadi yang lemah gemulai.
Menggenakan kebaya akan membuat wanita yang mengenakannya berubah menjadi seorang wanita yang anggun dan mempunyai kepribadian. Potongan kebaya yang mengikuti bentuk tubuh mau tidak mau akan membuat wanita tersebut harus bisa menyesuaikan dan menjaga diri. Setagen yang berfungsi sebagai ikat pinggang, bentuknya tak ubah seperti kain panjang yang berfungsi sebagai ikat pinggang. Namun justru dari bentuknya yang panjang itulah nilai-nilai filosofi luhur ditanamkan, merupakan symbol agar bersabar/jadilah manusia yang sabar, erat kaitannya dengan peribahasa jawa “dowo ususe” atau panjang ususnya yang berarti sabar.
Bagi seorang wanita Jawa, kebaya bukan hanya sebagai sebatas pakaian. Lebih dari itu kebaya juga menyimpan sebuah filosofi tersendiri. Sebuah filosofi yang mengandung nilai-nilai kehidupan. Keberadaan kebaya di Indonesia bukan hanya sebagai menjadi salah satu jenis pakaian. Kebaya memiliki makna dan fungsi lebih dari itu. Bentuknya yang sederhana bisa dikatakan sebagai wujud kesederhaan dari masyarakat Indonesia. Nilai filosofi dari kebaya adalah kepatuhan, kehalusan, dan tindak tanduk wanita yang harus serba lembut. Kebaya selalu identik dipasangkan dengan jarik atau kain yang membebat tubuh. Kain yang membebat tubuh tersebut secara langsung akan membuat siapapun wanita yang mengenakannya kesulitan untuk bergerak dengan cepat. Itulah sebabnya mengapa wanita Jawa selalu identik dengan pribadi yang lemah gemulai.
Menggenakan kebaya akan membuat wanita yang mengenakannya berubah menjadi seorang wanita yang anggun dan mempunyai kepribadian. Potongan kebaya yang mengikuti bentuk tubuh mau tidak mau akan membuat wanita tersebut harus bisa menyesuaikan dan menjaga diri. Setagen yang berfungsi sebagai ikat pinggang, bentuknya tak ubah seperti kain panjang yang berfungsi sebagai ikat pinggang. Namun justru dari bentuknya yang panjang itulah nilai-nilai filosofi luhur ditanamkan, merupakan symbol agar bersabar/jadilah manusia yang sabar, erat kaitannya dengan peribahasa jawa “dowo ususe” atau panjang ususnya yang berarti sabar.
Sejarah kebaya
Sejarah kebaya
Berdasarkan beberapa filosofi yang telah kami ambil dari beberapa pendapat tentang sejarah kebaya.
Kebaya merupakan jenis busana yang dipakai oleh kalangan wanita Jawa,
khususnya di lingkungan budaya Yogyakarta dan Surakarta, Jawa Tengah.
Biasanya disertai kemben dan kain tapih pinjung dengan stagen. Baju
kebaya dikenakan oleh kalangan wanita bangsawan maupun kalangan rakyat
biasa baik sebagai busana sehari-hari maupun pakaian upacara. Pada
busana upacara seperti yang dipakai oleh seorang garwo dalem misalnya,
baju kebaya menggunakan peniti renteng dipadukan dengan kain sinjang
atau jarik corak batik, bagian kepala rambutnya digelung (sanggul), dan
dilengkapi dengan perhiasan yang dipakai seperti subang, cincin, kalung
dan gelang serta kipas biasanya tidak ketinggalan. Untuk busana
sehari-hari umumnya wanita Jawa cukup memakai kemben yang dipadukan
dengan stagen dan kain jarik. Kemben dipakai untuk menutupi payudara,
ketiak dan punggung, sebab kain kemben ini cukup lebar dan panjang.
Sedangkan stagen dililitkan pada bagian perut untuk mengikat tapihan
pinjung agar kuat dan tidak mudah lepas.
Untuk mengenal sejarah kebaya maka kita mulai dari penjelasan
mengenai baju kebaya. Baju kebaya sendiri adalah pakaian tradisional
yang dikenakan oleh wanita Indonesia dan Malaysia yang dibuat dari kain
kasa yang dikenakan dengan sarung, batik, atau pakaian tradisional yang
lain seperti songket dengan motif warna-warni. Asal kata kebaya berasal
dari kata arab abaya yang berarti pakaian.
Jumat, 18 Maret 2016
Filosofi blangkon jogja-solo
Blangkon jogja
blangkon juga memiliki filosofi tersendiri. Konon, blangkon gaya Yogyakarta yang mempunyai mondholan
dilatarbelakangi oleh kebiasaan pemuda Yogya yang memelihara rambut
panjang dan diikat ke atas atau digelung. Dari gelungan yang dibungkus
dan diikat itulah kemudian berkembang menjadi blangkon. Selain itu mondholan mempunyai makna kebulatan tekad seorang pria dalam melaksanakan kewajibannya.
Filosofi blangkon gaya ini adalah, masyarakat Jawa pandai menyimpan
rahasia dan tidak suka membuka aib orang lain atau diri sendiri. Dalam
bertutur kata dan bertingkah laku penuh dengan kehati-hatian, sebagai
bukti keluhuran budi pekerti orang Jawa. Blangkon gaya Yogyakarta juga
menyimpan makna jika orang Jawa senantiasa berpikir untuk berbuat yang
terbaik demi sesama, meski harus mengorbankan dirinya sendiri. Adapun wiron atau wiru yang berjumlah 17 lipatan melambangkan jumlah rakaat sholat dalam satu hari.
Blangkon solo
Sementara itu, pada blangkon gaya Surakarta yang mondholannya
berbentuk gepeng, memiliki makna bahwa untuk menyatukan satu tujuan
dalam pemikiran yang lurus adalah dua kalimat syahadat yang harus
melekat erat.
Blangkon juga menjadi simbol pertemuan antara jagad alit (mikrokosmos) dengan jagad gedhe (makrokosmos). Jagad gedhe dan jagad cilik terkait dengan tugas manusia
sebagai khalifah di muka bumi yang membutuhkan kekuatan Tuhan. Blangkon
menjadi lambang kekuatan manusia dalam melakukan kewajibannya di muka
bumi atas kehendak Tuhan.
Aksesoris konde
Aksesoris konde ini fungsinya untuk memperindah penampilan konde atau rambut agar lebih menarik di pandang.
Sendal slop adat jawa
Untuk pengantin yang menginginkan gaya modifikasi, selop atau sandal boleh jadi merupakan satu poin yang menjadi pilihan.
Perias pengantin pastinya sudah menyediakan paket busana plus dengan selop, yang telah sesuai dengan setting-an warna maupun gayanya.
Namun ada juga calon pengantin yang ingin menggunakan selop atau sandal sepatu sendiri. Biasanya selop tersebut telah dipersiapkan dan dikemas dalam paket seserahan pada waktu acara lamaran pengantin.
Motivasi memilih selop sendiri antara lain :
1.Dapat menentukan tinggi rendah hak sepatu untuk keselarasan.
2.Untuk dijadikan kenang-kenangan
Dalam memilih selop sendiri, baik itu busana rancangan sendiri maupun busana dari perias, yang terutama adalah menyesuaikan warnanya.
Konde
Gelung konde adalah rambut palsu maupun asli yang dibentuk sedemikian rupa menjadi bentukan sesuai dengan apa yang diinginkan, menggunakan pola-pola yang ada dan ditempel pada bagian kepala.
Blangkon
Blangkon adalah tutup kepala yang terbuat dari batik dan digunakan oleh kaum pria sebagai bagian dari pakaian tradisional Jawa. Setiap daerah mempunyai jenis blangkon yang berbeda. Blangkon Yogya dan Blangkon Surakarta/Solo mempunyai perbedaan pada bagian belakangnya, Pada blangkon Yogya terdapat ‘modolan’, sedangkan blangkon solo bagian belakangnya pipih/rata.
Kamis, 17 Maret 2016
Jarik(kain batik)
Jarik adalah kain panjang berwarna latar hitam dengan corak batik warna coklat dengan motif batik yang beraneka ragam. Kain sebagai khasanah Batik Tradisional Indonesia seringkali disebut juga jarit. Pada masa lalu nyamping atau jarik yang digunakan biasanya berupa batik tulis, tetapi untuk saat ini rupanya tidak jarang pula dipergunakan batik cap.
Baju surjan ontrokusuma
Surjan ontrokusuma yaitu surjan dengan motif bunga-bunga, yang dulu dikenakan khusus untuk para bangsawan Kesultanan Mataram, yakni mereka yang jabatannya seimbang dengan sikap, wawasannya
Baju kebaya
Asal usul baju kebaya
Pakaian tradisional ini banyak dikenakan wanita Indonesia. Kebaya
dibuat dari kain renda yang dipadankan dengan kain sarung, batik atau
pakaian tradisional lain seperti songket dengan motif warna-warni.
Batik dipercaya berasal dari negara Arab. Orang Arab membawa baju
kebaya (bahasa Arab adalah abaya) ke Nusantara sejak ratusan tahun yang
lalu. Kemudian batik mulai dikenal hingga ke Melaka, Jawa, Bali,
Sumatera, dan Sulawesi.
Pakaian yang mirip ‘kebaya nyonya’ diciptakan pertama kali oleh
masyarakat Peranakan dari Melaka. Kebaya dipadukan dengan dengan kain
sarung batik dan sandal cantik bermanik.
Mengikut fakta sejarah, wanita peranakan Cina memakai kebaya nyonya
sebagai pakaian harian pada awal 1930-an. Kini, kebaya nyonya bukan
hanya diperuntukkan wanita Asia saja, bahkan telah digunakan di seluruh
dunia.
Pada akhir abad ke-19, wanita-wanita dari Negara Belanda juga suka
memakai kebaya untuk acara resmi yang cocok dengan iklim tropis di
Indonesia. Pada masa ini, kebaya sudah mulai mengalami pembaharuan yang
dulunya hanya menggunakan tenunan mori saja, sekarang telah menggunakan
tenunan sutera dengan sulaman warna-warni.
Selain itu, Model Kebaya juga pernah populer di kalangan perempuan peranakan China sehingga muncullah yang disebut kebaya encim.
Dengan seiring berjalannya waktu, kini kebaya menjadi salah satu
simbol feminisme, busana khas perempuan yang kini menjadi busana
nasional dan Model Kebaya Modern.
keris
Pengertian keris
Keris adalah senjata tikam golongan belati (berujung runcing dan tajam pada kedua
sisinya) dengan banyak fungsi budaya yang dikenal di kawasan Nusantara
bagian barat dan tengah. Bentuknya khas dan mudah dibedakan dari
senjata tajam lainnya karena tidak simetris di bagian pangkal yang
melebar, seringkali bilahnya berkelok-kelok, dan banyak di antaranya
memiliki pamor (damascene),
yaitu terlihat serat-serat lapisan logam cerah pada helai bilah. Jenis
senjata tikam yang memiliki kemiripan dengan keris adalah badik. Senjata tikam lain asli Nusantara adalah kerambit".
Busana Surjan Lurik
Pada awalnya baju surjan hanya memiliki satu motif yaitu lurik dan
kemudian disebut surjan lurik.surjan inilah yang pertama kali di buat
oleh Sunan Kalijaga sebagai pakaian Takwa.
Di dalam keraton ukuran garis-garis atau lurik ini melambangkan
jabatan seseorang,semakin besar lurik tersebut semakin besar pula jabatanya.Dalam
perkembanganya motif lurik ternyata tidak hanya garis-garis membujur
saja,tetapi terdapat motif kotak-kotak sebagai hasil kombinasi antara
garis vertikal dengan garis horisontal.
Surjan Lurik tersebut dibuat dengan kain Lurik yang dalam proses
pembuatanya dengan cara ditenun. Kata Lurik berasal dari bahasa
jawa,Lorek yang berarti garis-garis,yang merupakan lambang
kesederhanaan. Pada mulanya kain Lurik dibuat dalam bentuk sehelai
slendang yang berfungsi sebagai kemben,dan sebagai alat untuk
menggendong sesuatu dengan cara mengaitkan pada tubuh .lalu Sunan
Kalijaga membuat baju dengan kain lurik tersebut, dan muncullah baju
surjan Lurik.
Senin, 14 Maret 2016
Pakaian adat Jawa tengah
Pakaian adat Jawa tengah untuk wanita
Sedangkan di kalangan rakyat selain para priyayi, para lelaki menggunakan celana pendek selutut atau celana kolor yang berwarna hitam dengan baju atasan lengan panjang. Di samping itu mereka juga mengenakan ikat pinggang yang berukuran besar, ikat di kepala, dan kain sarung. Untuk mengetahui lebih banyak keterangan tentang pakaian adat, anda bisa mencari gambar pakaian adat Jawa Tengah dan pakaian adat provinsi Jawa Tengah wikipedia.
Pakaian adat Jawa tengah
Untuk acara-acara resmi, wanita Jawa menggunakan pakaian adat jawa tengahn yang menggunakan peniti renteng, dipadukan dengan kain batik sebagai
bawahannya. Rambut wanita Jawa yang panjang digelung atau dikonde, dan
dilengkapi dengan tusuk rambut yang sesuai macamnya dengan perhiasan
lain yang dia kenakan, seperti kalung, gelang, cincin, tak lupa juga
kipas sebagai pelengkap aksesoris yang mereka pakai.
Pada pakaian adat Jawa Tengah bagi wanita, baju kebaya dipakai dengan
kain jarik yang diwiru atau dilipat kecil-kecil dan dililitkan ke kiri
dan ke kanan. Jarik lalu ditutup dengan menggunakan stagen atau kain
yang dililit di perut agar jarik tidak mudah lepas. Untuk menutup
stagen, wanita Jawa Tengah memakai selendang berwarna pelangi dari kain
tenun berwarna semarak/cerah. Pakaian mereka biasanya dilengkapi dengan
aksesoris seperti cincin, gelang, kalung, subang (anting) dan tusuk
konde yang berwarna dan bertema senada.
Pakaian adat Jawa tengah untuk pria
Bagi priyayi keraton, baju beskap bermotif bunga merupakan pakaian
adat Jawa Tengah yang harus mereka pakai dalam kesehariannya. Di kepala,
mereka memakai blangkon atau biasa disebut destar, dan bawahan yang
kurang lebih bermodel sama seperti pakaian adat bagi wanita: kain jarik
yang pemakaiannya dilapisi stagen agar tidak mudah terlepas. Mereka juga
menggunakan alas kaki yang disebut cemila dana membawa keris yang
disematkan pada stagen mereka di bagian punggung atau belakang di
stagen. Pakaian pria Jawa yang seperti ini disebut sebagai pakaian Jawi
Jangkep, atau pakaian adat Jawa lengkap dengan kerisnya.Sedangkan di kalangan rakyat selain para priyayi, para lelaki menggunakan celana pendek selutut atau celana kolor yang berwarna hitam dengan baju atasan lengan panjang. Di samping itu mereka juga mengenakan ikat pinggang yang berukuran besar, ikat di kepala, dan kain sarung. Untuk mengetahui lebih banyak keterangan tentang pakaian adat, anda bisa mencari gambar pakaian adat Jawa Tengah dan pakaian adat provinsi Jawa Tengah wikipedia.
Pakaian adat Jawa tengah
Jenis busana dan kelengkapannya yang dipakai oleh kalangan wanita
Jawa, khususnya di lingkungan budaya Yogyakarta dan Surakarta, Jawa
Tengah adalah baju kebaya, kemben dan kain tapih pinjung dengan stagen.
Baju kebaya dikenakan oleh kalangan wanita bangsawan maupun kalangan
rakyat biasa baik sebagai busana sehari-hari maupun pakaian upacara.
Pada busana upacara seperti yang dipakai oleh seorang garwo dalem
misalnya, baju kebaya menggunakan peniti renteng dipadukan dengan kain
sinjang atau jarik corak batik, bagian kepala rambutnya digelung
(sanggul), dan dilengkapi dengan perhiasan yang dipakai seperti subang,
cincin, kalung dan gelang serta kipas biasanya tidak ketinggalan.
Untuk busana sehari-hari umumnya wanita Jawa cukup memakai kemben
yang dipadukan dengan stagen dan kain jarik. Kemben dipakai untuk
menutupi payudara, ketiak dan punggung, sebab kain kemben ini cukup
lebar dan panjang. Sedangkan stagen dililitkan pada bagian perut untuk
mengikat tapihan pinjung agar kuat dan tidak mudah lepas.
Pakaian adat Jogjakarta
Pakaian
adat tradisional masyarakat Yogyakarta terdiri dari seperangkat pakaian
yang memiliki unsur unsur yang tidak dapat dipisahkan satu dengan
lainnya. Kelengkapan berbusana tersebut merupakan ciri khusus pemberi
identitas bagi pemakainya yang meliputi fungsi dan peranannya. Oleh
karena itu, cara berpakaian biasanya sudah dibakukan secara adat, kapan
dikenakan, di man dikenakan, dan siapa yang mengenakannya.
Kraton
sebagai suatu pusat institusi dan tata pemerintahan, merupakan lembaga
resmi yang dipimpin oleh seorang raja dan para kerabatnya yang disebut
pegawai istana atau abdidalem. Mereka terdiri dari golongan-golongan
sesuai dengan fungsi dan jabatannya, yang secara visual ditandai pula
oleh cara dan bentuk pakaian. Lebih-lebih pada saat penyelenggaraan
upacara adat pakaian tersebut dikenakan secara lengkap, di samping
pakaian sehari-hari yang secara rutin dikenakan.
Fungsi
pakaian, awalnya digunakan sebagai alat untuk melindungi tubuh dari
cuaca dingin maupun panas. Kemudian fungsi pakaian menjadi lebih
beragam, misalnya untuk menutup aurat, sebagai unsur pelengkap upacara
yang menyandang nilai tertentu, maupun sebagai alat pemenuhan kebutuhan
akan keindahan.
Pada
masyarakat di Yogyakarta, fungsi pakaian cukup beragam, seperti pada
masyarakat bangsawan pakaian mempunyai fungsi praktis, estetis,
religius, sosial dan simbolik. Seperti kain kebaya fungsi praktisnya
adalah untuk menjaga kehangatan dan kesehatan badan; fungsi estetis,
yakni menghias tubuh agar kelihatan lebih cantik dan menarik; fungsi
sosial yakni belajar menjaga kehormatan diri seorang wanita agar tidak
mudah menyerahkan kewanitaannya dengan cara berpakaian serapat dan
serapi mungkin, serta memakai stagen sekuat mungkin agar tidak mudah
lepas.
Bahan
yang dipakai adalah ada yang dari bahan katun, bahan sutera, kain
sunduri (brocade), nilon, lurik, atau bahan-bahan estetis. Sedangkan,
kebaya panjang lebih banyak menggunakan bahan beludru, brokat, sutera
yang berbunga maupun nilon yang bersulam. Teknik pembuatannya ada yang
ditenun, dirajut, dibatik, dan dicelup.
Busana untuk pria
Perlengkapannya :
- Blangkon
- Surjan, peranakan, beskap
- Setagen cindhe atau setagen polos berwarna, panjang 2 meter.
- Kamus timang yang dihiasi dengan sulaman benang gim atau
sulaman kristik.
- Keris branggah atau gayaman.
- Kain batik Yogyakarta (latas putih) parang atai motif lainnya seperti sidoasih, ciptoning, kohinor dan lain - lain.
- Selop.
- Asesoris
Basana untuk wanita
Perlengkapannya :
- Kebaya kartini dan kebaya kethubaru.
- Kain batik latar putih motif parang atau lainnya
- Selop terbuka bagi kebaya kethubaru dan selop tertutup bagi kebaya
kartini.
- Selendang untuk diserasikan dengan kebaya kethubaru
- Gelung tekuk dan gelung kondhe (kondhe nasional)
- Asesoris : bros, kalung, tusuk kondhe, subang, sisir (pethat), peniti
renteng, penetep, ceplok jebehan, ceplok jenthit.
Busana untuk pria
Perlengkapannya :
- Blangkon
- Surjan, peranakan, beskap
- Setagen cindhe atau setagen polos berwarna, panjang 2 meter.
- Kamus timang yang dihiasi dengan sulaman benang gim atau
sulaman kristik.
- Keris branggah atau gayaman.
- Kain batik Yogyakarta (latas putih) parang atai motif lainnya seperti sidoasih, ciptoning, kohinor dan lain - lain.
- Selop.
- Asesoris
Basana untuk wanita
Perlengkapannya :
- Kebaya kartini dan kebaya kethubaru.
- Kain batik latar putih motif parang atau lainnya
- Selop terbuka bagi kebaya kethubaru dan selop tertutup bagi kebaya
kartini.
- Selendang untuk diserasikan dengan kebaya kethubaru
- Gelung tekuk dan gelung kondhe (kondhe nasional)
- Asesoris : bros, kalung, tusuk kondhe, subang, sisir (pethat), peniti
renteng, penetep, ceplok jebehan, ceplok jenthit.
Makna pakaian adat jawa
Busana adat Jawa biasa disebut dengan busana kejawen mempunyai
perlambang tertentu bagi orang Jawa. Busana Jawa penuh dengan piwulang
sinandhi (ajaran tersamar) kaya akan ajaran Jawa. Dalam busana Jawa ini
tersembunyi ajaran untuk melakukan segala sesuatu di dunia ini secara
harmoni yang berkaitan dengan aktivitas sehari-hari, baik dalam
hubungannya dengan sesama manusia, diri sendiri maupun Tuhan Yang Maha
Kuasa Pencipta segalanya.
Pakaian adat yang dikenakan pada bagian kepala adalah, seperti iket, udheng : dibagian tubuh ada rasukan (baju): jarik sabuk, epek, timang dibagian belakang tubuh yakni keris dan dikenakan dibagian bawah atau bagian kaki yaitu canela.
Pakaian adat yang dikenakan pada bagian kepala adalah, seperti iket, udheng : dibagian tubuh ada rasukan (baju): jarik sabuk, epek, timang dibagian belakang tubuh yakni keris dan dikenakan dibagian bawah atau bagian kaki yaitu canela.
Adat jawa sangat melekat di Indonesia,khususnya suku jawa. Pada acara tertetu
suku jawa tak luput dari adat mereka. Begitu juga dengan pakaian adatnya.Saat acara-acara tertentu adat istiadat jawa harus memenuhi persyaratan adat yang akan di laksanakan.Berikut akan membahas tentang pakaian adat jawa tengah yang di pakai pada saat acar-acara tertentu.Baik
sejarah asal-usul atau asal mula baju adat Jawa Tengah, kelengkapan apa
saja yang di pakai (kostum). Dan bagaimana kostum pernikahan adat Jawa
Tengah.
Ciri khas busana pengantin Jawa Tengah
yang pada umumnya diwakili oleh masyarakat Yogyakarta dan Solo pada
umumnya merupakan busana dodotan atau kemben dengan kain batik yang
langsung dibalutkan pada tubuh pengantin wanita tanpa mengenakan kebaya
terlebih dahulu. Pengantin pria pun tak mengenakan beskap melainkan
celana dan kain batik.
Aksesori yang dikenakan oleh kedua
mempelai dengan pakaian adat Jawa Tengah ini memang terkesan megah
dengan untaian melati dan berbagai hiasan keemasan. Mempelai wanita
mengenakan sanggul tradisional dengan tusuk konde berjumlah 9, dan
mempelai pria menyelipkan keris yang juga berhias roncean melati pada
bagian belakang kain yang dikenakan.

Langganan:
Postingan (Atom)